Voice Search Ads: Cara Baru Menjangkau Pelanggan Kamu
durasi baca : 2 menit
Karena semakin praktis, cara kita mencari informasi pun telah berubah drastis. Jika dulu kita terbiasa mengetik di mesin pencari, kini semakin banyak pengguna yang cukup berbicara langsung ke perangkat mereka, mulai dari smartphone hingga smart speaker. Perubahan perilaku ini melahirkan sebuah pendekatan baru dalam digital marketing yaitu voice search ads.
Mari kita bahas secara lengkap apa itu voice search ads, bagaimana cara kerjanya, perbedaannya dengan iklan biasa, serta bagaimana teknologi ini mengubah search term report di Google Ads.
Apa Itu Voice Search Ads?
Voice search ads adalah iklan digital yang muncul sebagai respons terhadap pencarian berbasis suara melalui asisten virtual seperti Google Assistant, Siri, atau Alexa.
Berbeda dengan iklan tradisional yang muncul dalam bentuk teks di halaman hasil pencarian, voice search ads disampaikan secara natural dalam bentuk jawaban atau rekomendasi suara.
Jika seseorang mengatakan, “Dimana restoran terdekat yang buka sekarang?”, maka asisten suara dapat menjawab sambil menyisipkan rekomendasi berbayar dari brand tertentu.
Hal yang menarik dari voice search ads adalah:
- Lebih kontekstual (berdasarkan lokasi, waktu, dan kebutuhan)
- Lebih personal karena mengikuti gaya bahasa pengguna
- Lebih natural karena menjadi bagian dari percakapan
Menurut data, hampir 60% konsumen menggunakan voice search untuk menemukan bisnis atau layanan di sekitar mereka.
Cara Kerja Voice Search Ads
Secara teknis, voice search ads masih berada dalam ekosistem pay-per-click (PPC), dimana pengiklan membayar saat terjadi interaksi seperti klik. Namun, prosesnya sedikit berbeda karena melibatkan pemrosesan suara dan AI. Berikut alur cara kerjanya:
1. Pengguna Mengajukan Pertanyaan
Pengguna berbicara ke perangkat, misalnya: “Cari jasa servis AC terdekat yang buka hari ini.”
2. Sistem Memahami Intent
Asisten suara menggunakan Natural Language Processing (NLP) untuk memahami maksud, konteks, dan lokasi pengguna.
3. Pencocokan dengan Iklan
Sistem mencocokkan query tersebut dengan keyword atau intent yang relevan di Google Ads.
4. Iklan Ditampilkan (atau Dibacakan)
Jika cocok, sistem akan:
- Menyebutkan brand tertentu
- Memberikan rekomendasi
- Menawarkan aksi (misalnya: “Mau saya arahkan ke lokasi?”)
5. Call-to-Action
Pengguna bisa langsung melakukan tindakan, seperti:
- Menelepon
- Membuka website
- Mendapatkan navigasi
Menariknya, voice search ads tidak terasa seperti iklan hard selling, melainkan seperti asisten yang membantu mengambil keputusan tanpa kita sadari.
Perbedaan Voice Search Ads dengan Ads Biasa
Walaupun secara teknis voice search ads masih bagian dari Google Ads, ada beberapa perbedaan penting dibandingkan iklan biasa.
1. Format Interaksi
Ads biasa:
- Berbasis teks atau visual
- User membaca dan memilih
Voice search ads:
- Berbasis suara
- User mendengar dan langsung bertindak
2. Bentuk Query
Ads biasa cenderung pendek dan to the point. Sedangkan voice search ads lebih panjang dan conversational. Voice search juga cenderung menggunakan kalimat lengkap dan natural.
3. Intent Pengguna
Voice search biasanya memiliki intent yang lebih tinggi dan lebih spesifik, seperti:
- “buka sekarang”
- “dekat saya”
- “bisa langsung pesan”
Ini membuat konversi lebih potensial dibanding pencarian biasa.
4. Kompetisi Iklan
Voice search ads masih relatif baru, sehingga:
- Kompetisi lebih rendah
- Peluang lebih besar untuk early adopter
5. Cara Penayangan
Ads biasa akan muncul dalam daftar (SERP). Namun voice ads biasanya hanya memberikan 1–3 rekomendasi utama.
Bagaimana Voice Search Ads Mengubah Search Term Report Google Ads
Salah satu dampak paling signifikan dari voice search ads adalah perubahan pada Search Term Report (STR) di Google Ads.
1. Query Menjadi Lebih Panjang
Voice search menghasilkan query dengan panjang 7–10 kata atau lebih. Contoh:
- Dulu: “hotel murah bali”
- Sekarang: “hotel murah di Bali yang dekat pantai dan cocok untuk keluarga”
Ini membuat laporan keyword menjadi jauh lebih kompleks.
2. Muncul “Conversational Bloat”
Conversational Bloat adalah istilah menggambarkan kondisi di mana laporan dipenuhi kalimat panjang yang sulit dianalisis.
Masalahnya:
- Intent tidak selalu jelas
- Banyak kata tambahan yang tidak relevan
3. Keyword Match Jadi Lebih Luas
Voice query sering memicu Broad match dan Phrase match. Akibatnya, iklan bisa muncul untuk query yang tidak sepenuhnya sesuai dengan keyword utama.
4. Search Term Report Tidak Lagi “Rapi”
Dulu, STR terlihat seperti daftar keyword. Sekarang, lebih seperti kumpulan pertanyaan manusia.
Beberapa contohnya seperti:
- “apakah jasa digital marketing cocok untuk UMKM saya?”
- “berapa harga jasa SEO yang bagus di Jakarta?”
5. Lebih Menantang dalam Optimasi
Perubahan adanya voice search ads ini membuat marketer harus:
- Lebih fokus pada intent, bukan sekadar keyword
- Menambahkan negative keywords lebih aktif
- Mengelompokkan query berdasarkan makna
6. Data Bisa Lebih Ambigu
Voice search sering mengandung slang (istilah gaul), kata hubung dan variasi bahasa.
Hal ini membuat data di STR menjadi lebih sulit dianalisis serta kadang tidak sepenuhnya akurat
Voice Search Ads, Masa Depan Digital Marketing!
Voice search ads membuktikan bahwa masa depan digital marketing semakin mengarah pada interaksi yang lebih natural, cepat, dan relevan. Bisnis yang mampu menyesuaikan strategi akan lebih mudah menjangkau pelanggan di momen yang tepat.
Bukan lagi sekadar muncul di hasil pencarian, tetapi menjadi jawaban yang paling dibutuhkan saat konsumen aktif mencari solusi. Untuk membantu memaksimalkan peluang ini, Whello hadir sebagai partner terpercaya dalam jasa Google Ads secara profesional.
Dengan status Google Partner dan tim Ads Specialist bersertifikat, Whello menawarkan pendekatan berbasis data, strategi yang terukur, serta laporan transparan untuk memastikan performa iklan terus optimal.
Selain membantu merancang campaign yang efektif, Whello juga memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan harga Google Ads sesuai kebutuhan bisnis. Inilah alasan mengapa banyak brand mempercayakan strategi digital mereka kepada Whello, karena bukan hanya soal beriklan tetapi juga pertumbuhan organik.

Frequently Asked Questions
Tidak sepenuhnya. Voice search ads tetap menggunakan sistem Google Ads yang sama, hanya saja dipicu oleh pencarian suara.
Suka Artikel Ini?
Cari Artikel
Layanan Whello
- Jasa Pembuatan Website
- Jasa SEO
- Google Ads
- Facebook Ads
- Instagram Ads
- Copywriting
- Jasa Pembuatan Aplikasi
Subscribe Newsletter Whello Gratis
Dapatkan promo eksklusif dan konten menarik langsung di emailmu.

Tentang Giras Utomo
SEA Specialist
Kenalin aku Giras Utomo, SEA Specialist di Whello yang jago banget nyusun strategi iklan biar bisnis klien bisa tumbuh maksimal. Yuk belajar iklan!
















