LinkedIn
WhatsApp
Microsoft Teams

Strategi Konten TikTok yang Bikin Bisnismu Lebih Cepat Dikenal

Audrey Jonathan

Audrey Jonathan

Social Media Management

View case

durasi baca : 3 menit

Seperti yang kita tahu, TikTok bukan lagi tempat joget-joget doang. Platform ini sudah jadi lahan emas untuk bisnis, brand, UMKM, sampai personal branding. Dengan jutaan pengguna aktif setiap hari dan algoritma yang sangat ramah konten baru, TikTok bisa bantu bisnismu dikenal lebih cepat, asal kamu tahu strateginya.

Nah, di artikel ini kita akan bahas tuntas berbagai strategi konten TikTok yang bisa kamu terapkan, plus jenis-jenis konten paling efektif untuk pemilik bisnis. Yuk mulai!

10 Strategi Konten TikTok yang Bisa Bikin Bisnismu Cepat Dikenal

Kalau kamu baru memulai bisnis dan masih bingung gimana cara memasarkan bisnis dengan TikTok, kamu bisa ikuti panduan berikut ini.

1. Pakai Hook yang Kuat di 3 Detik Pertama

Di TikTok, tiga detik pertama adalah momen krusial yang menentukan apakah penonton mau lanjut menonton atau langsung swipe. Algoritma TikTok juga sangat memperhatikan watch time. Jadi kalau banyak orang skip videomu dalam detik awal, peluang masuk FYP akan menurun.

Karena itu, pastikan kamu membuka video dengan hook yang menarik perhatian, seperti pernyataan mengejutkan, masalah umum yang dialami audiens, atau sesuatu yang memancing rasa penasaran. Selain teks, visual juga harus mencolok.

Contoh hook seperti “Kalian pasti belum tahu soal ini…”, “Bangkrut gara-gara ini, hati-hati ya…”, atau “Ini alasan kenapa produk kami beda…” akan langsung membuat orang berhenti scroll.

2. Upload Konten Secara Konsisten

Algoritma TikTok sangat menyukai akun yang konsisten posting, karena itu menandakan bahwa kamu aktif dan layak didorong ke lebih banyak pengguna. Kamu tidak perlu membuat video yang rumit setiap hari, yang penting kontennya rutin, relevan, dan memberikan value.

Idealnya, kamu bisa posting 3–5 kali seminggu atau bahkan setiap hari jika mampu. Konten yang konsisten juga membangun ekspektasi dari audiens dan membuat akunmu terasa hidup.

3. Pakai Lagu dan Trend yang Sedang Viral

TikTok dikenal sebagai platform yang penuh audio viral, format video, challenge, sampai meme. Mengikuti tren akan meningkatkan peluang videomu masuk FYP karena algoritma cenderung mempromosikan format yang sedang happening.

Namun, kamu tidak harus mengikuti semua tren. Cukup pilih tren yang relevan dengan brand-mu agar tetap terasa natural. Misalnya, bisnis skincare bisa mengikuti tren “get ready with me” atau “skincare routine”, kedai kopi bisa membuat POV ala “barista version”, dan brand fashion bisa memanfaatkan audio viral untuk konten before-after OOTD.

Hal penting yang perlu diingat adalah tren harus tetap sesuai persona brand. Jangan sampai memaksakan tren yang bikin brand terlihat janggal atau tidak konsisten.

4. Bangun Cerita (Storytelling)

Teknik Storytelling adalah strategi konten yang sangat efektif di TikTok karena manusia pada dasarnya suka cerita. Daripada membuat konten yang terlalu informatif tanpa emosi, kamu bisa membangun narasi yang membuat audiens merasa terhubung.

Storytelling membuat brand lebih manusiawi, lebih jujur, dan terasa dekat. Semakin autentik cerita yang kamu bagikan, semakin besar peluang audiens bertahan lebih lama menonton videomu.

5. Fokus di Nilai (Value), Bukan Hard Selling

Hard selling jarang berhasil di TikTok karena audiens datang untuk hiburan dan informasi, bukan untuk langsung membeli. Jadi, fokuslah pada value, seperti edukasi, inspirasi, atau tips yang relevan dengan niche bisnismu.

Setelah memberi value, kamu baru bisa menyisipkan ajakan halus seperti “Kalau mau hasil lebih mudah, bisa pakai produk kami ya.” Soft selling seperti ini jauh lebih efektif, karena audiens merasa tidak sedang dijualin tapi dibantu.

6. Balas Komentar dengan Video

Fitur reply using video di TikTok adalah salah satu strategi konten TikTok paling efektif untuk meningkatkan engagement. Ketika kamu membalas komentar dengan video, kamu tidak hanya menunjukkan bahwa bisnismu peduli dengan pelanggan, tetapi juga menciptakan lebih banyak konten tanpa perlu ide baru yang kompleks.

Konten respons seperti ini terasa sangat natural dan personal, karena audiens merasa mereka didengarkan. Selain itu, TikTok juga sering mendorong video jenis ini ke pengguna lain yang punya pertanyaan serupa.

7. Gunakan Hashtag yang Tepat

Berbeda dengan Instagram yang sangat bergantung pada hashtag, TikTok menggunakan hashtag lebih sebagai penanda kategori, bukan pencarian utama. Karena itu, gunakan kombinasi hashtag niche, trending, dan brand.

Hashtag niche seperti #skincareindo atau #bisniskopi membantu TikTok memahami niche kalian. Hashtag tren seperti #fyp dan #viral membantu meningkatkan reach (meski bukan penentu utama).

Dan hashtag brand seperti #namabrandmu penting untuk membangun identitas. Jangan gunakan hashtag terlalu banyak, 3 sampai 6 hashtag sudah cukup.

8. Ciptakan Konten yang Bisa Diulang (Loopable Content)

Konten loopable adalah video yang secara natural membuat orang menontonnya kembali, entah karena ending-nya menggantung, transisinya cepat, atau tutorialnya terlalu padat sehingga perlu diulang.

Semakin banyak orang menonton ulang, semakin besar peluang videomu dianggap “menarik” oleh algoritma. Kamu bisa membuat ending yang kembali ke awal video, membuat teaser sebelum penjelasan lengkap, atau membuat tutorial 10 detik yang super ringkas.

9. Collaboration dengan Creator TikTok

Kolaborasi dengan influencer media sosial, terutama micro-influencer, bisa mempercepat awareness bisnismu. Creator dengan 5k–50k followers biasanya punya engagement yang lebih tinggi dan komunitas yang lebih loyal.

Bentuk kolaborasinya bisa review produk, challenge, atau konten bareng yang fun. Keuntungan utamanya adalah brand-mu akan dilihat oleh audiens yang sudah trust terhadap creator tersebut.

10. Jadikan Komentar sebagai Ide Konten

Komentar dari audiens adalah sumber ide yang tidak ada habisnya. Dari situ, kamu bisa melihat apa yang benar-benar ingin diketahui orang. Misalnya ketika ada yang bertanya tentang bahan baju, kamu bisa membuat video close-up detail bahan.

Jika ada yang bertanya tentang program reseller, kamu bisa menjelaskan mekanismenya dalam bentuk video. Dengan memanfaatkan komentar, kontenmu akan semakin relevan dan akurat, serta audiens merasa dilibatkan.

Jenis-Jenis Konten TikTok untuk Pemilik Bisnis

Nah, apa saja jenis konten yang bisa kamu buat? Yuk simak!

A. Konten Edukasi (Educational Content)

Sebuah fun fact, konten edukasi sangat disukai karena memberikan manfaat langsung kepada penonton. Konten jenis ini membuat brand-mu terlihat sebagai ahli di niche tersebut.

Contohnya, toko baju bisa membahas tips memilih warna baju sesuai undertone, F&B bisa membahas cara menyimpan kopi agar tahan lama, atau klinik kecantikan menjelaskan perbedaan facial A dan B. Konten edukasi efektif karena orang merasa belajar hal baru, bukan sedang ditawari produk.

B. Behind the Scenes (BTS)

Konten BTS selalu menarik karena menunjukkan sisi autentik dari sebuah bisnis. Orang suka melihat “apa yang terjadi di balik layar”, seperti proses pembuatan kue, packing order, proses produksi fashion, atau cara membuat kopi signature.

Konten BTS sering viral karena sifatnya satisfying, jujur, dan membuat brand terlihat human. Pelanggan pun merasa lebih dekat karena bisa melihat bagaimana produk dibuat.

C. Testimoni Pelanggan

Testimoni adalah bukti sosial yang kuat. Kamu bisa menggunakan video pelanggan yang berbicara langsung, screenshot chat WhatsApp, atau konten unboxing.

D. Konten Cerita (Storytelling)

Storytelling dapat membuat brand-mu lebih memorable. Kamu bisa menceritakan kisah di balik brand, modal awal, tantangan, atau pengalaman lucu bersama pelanggan. Cerita seperti ini membuat audiens merasa terhubung secara emosional dan cenderung ingat lebih lama.

E. Konten Trending (Mengikuti Tren)

Konten trending menggunakan elemen-elemen viral seperti musik populer, format terkenal, meme, dan filter. Misalnya, toko keripik bisa membuat konten “What I ordered vs What I got”. Mengikuti tren bisa memperluas jangkauan, tetapi tetap pastikan kontennya relevan dengan niche agar tidak terlihat memaksa.

F. Konten Produk (Product Highlight)

Konten product highlight tetap penting, namun harus dibuat dengan pendekatan soft selling. Kamu bisa membuat video seperti “3 alasan kenapa orang suka produk ini”, menampilkan fitur unik, atau menyoroti detail produk seperti tekstur dan bahan. Konten produk yang informatif membantu pelanggan membuat keputusan tanpa merasa di-pressure.

G. Konten Hiburan (Entertainment)

Konten hiburan biasanya punya potensi viral karena sifatnya ringan dan relatable. Kamu bisa membuat skit pendek, POV lucu, atau situasi yang dekat dengan kehidupan pelanggan.

H. Konten Tantangan (Challenges)

Membuat challenge sendiri bisa meningkatkan engagement dan brand visibility. Misalnya, #TantanganGlowUp untuk brand skincare atau #ChallengeMixAndMatch untuk brand fashion. Jika challenge berhasil menarik banyak orang, brand-mu bisa viral dan dikenal lebih luas.

I. Konten Q&A (Jawaban Pertanyaan)

Fitur Q&A memudahkan kamu menjawab pertanyaan sekaligus membuat konten baru. Misalnya, jika ada yang bertanya “Kapan restock?”, kamu bisa membuat video yang menjelaskan jadwal restock sambil menunjukkan produk.

Jika ada yang bertanya tentang keamanan untuk kulit sensitif, kamu bisa demo produk secara langsung. Konten Q&A sangat relevan karena berdasarkan kebutuhan audiens.

J. Konten Komunitas dan Customer Journey

Konten komunitas berfungsi membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan. Kamu bisa membuat video reaksi terhadap review pelanggan, mengucapkan terima kasih atas pencapaian tertentu seperti 1000 order, atau menyoroti reseller dan dropshipper terbaik.

Konten seperti ini membuat audiens merasa dilibatkan dan menjadi bagian dari perjalanan brand-mu. Ketika komunitas merasa dihargai, loyalitas pun meningkat.

Sibuk dan Gak Punya Waktu?

Pada akhirnya, bikin strategi konten TikTok yang tepat itu bukan soal rumit atau tidak, tapi soal strategi dan konsistensi. Selama kamu paham cara menarik perhatian, memberi value, dan membangun kedekatan dengan audiens, bisnismu bisa jauh lebih cepat dikenal.

Tapi kalau kamu merasa masih bingung, kewalahan, atau simply terlalu sibuk untuk urus semuanya sendiri, serahkan saja ke jasa Social Media Management dari Whello.

Tim Whello sudah berpengalaman bertahun-tahun menangani klien dari berbagai industri, jadi kamu bisa fokus ke bisnismu tanpa harus mikirin konten setiap hari.

Ditambah lagi, Whello juga menyediakan konsultasi gratis, jadi kamu bisa tanya-tanya dulu sebelum mulai. Praktis, aman, dan pastinya bikin perjalanan bisnismu di TikTok jauh lebih ringan!

Image

Frequently Asked Questions

Sebaiknya 3–7 kali seminggu. Jika bisa setiap hari, lebih bagus. Konsistensi lebih penting daripada kualitas super-polished.

Suka Artikel Ini?

Baca juga artikel lainnya

Cari Artikel

Layanan Whello

  • Jasa Pembuatan Website
  • Jasa SEO
  • Google Ads
  • Facebook Ads
  • Instagram Ads
  • Copywriting
  • Jasa Pembuatan Aplikasi

Subscribe Newsletter Whello Gratis

Dapatkan promo eksklusif dan konten menarik langsung di emailmu.

Image

Over Audrey Jonathan

Social Media Management

Hai, aku Audrey Jonathan. Di Whello aku pegang Social Media Management yang handle berbagai channel sosial media. Yuk kenalan!

Lees meer over Audrey