Mengenal Pseudocode: Cara Kerja, Notasi, dan Tips Menulisnya
durasi baca : 3 menit
Banyak orang menganggap pseudocode adalah bahasa pemrograman versi sederhana, padahal sebenarnya bukan. Pseudocode jauh lebih fleksibel, mudah dipahami, dan sangat membantu sebelum kamu menulis program asli dalam bahasa seperti Python, Javascript, atau C++.
Artikel ini akan membahas apa itu pseudocode, karakteristiknya, fungsi, ciri-cirinya, notasi yang dipakai, cara kerja, serta tips menulis pseudocode dengan benar. Yuk simak!
Apa Itu Pseudocode?
Pseudocode adalah cara menuliskan langkah-langkah logika program menggunakan kalimat sederhana yang mirip bahasa manusia. Tujuannya adalah membantu kamu memahami alur algoritma sebelum menerjemahkannya ke bahasa pemrograman sebenarnya.
Pseudocode bukan bahasa pemrograman karena:
- Tidak punya aturan baku seperti Python atau Java,
- Tidak bisa dieksekusi oleh komputer,
- Bisa ditulis dengan format bebas selama logikanya jelas.
Karakteristik Pseudocode
Supaya pseudocode bisa dipahami dengan mudah, biasanya ia memiliki beberapa karakteristik penting berikut:
1. Menggunakan Bahasa yang Sederhana dan Jelas
Pseudocode ditulis menggunakan bahasa sehari-hari atau bahasa Inggris sederhana agar mudah dipahami siapa pun. Dengan bahasa yang tidak rumit, alur logika bisa dibaca tanpa harus menguasai bahasa pemrograman. Misalnya, percabangan dapat ditulis seperti:
IF nilai >= 75 THEN
PRINT "Lulus"
ELSE
PRINT "Tidak Lulus"
END IF
2. Fokus pada Logika, Bukan Sintaks
Saat menulis pseudocode, kamu tidak perlu memikirkan detail sintaks seperti titik koma, kurung, atau aturan khusus lainnya. Yang terpenting adalah alur logika yang jelas. Contohnya cukup menulis:
REPEAT langkah sampai selesai
tanpa harus mengikuti format bahasa pemrograman seperti while(true){}.
3. Bisa Dibaca Siapa Saja
Pseudocode memang dirancang agar dapat dibaca oleh programmer maupun non-programmer. Programmer bisa dengan mudah menerjemahkannya ke dalam kode nyata, sementara orang yang tidak menguasai bahasa pemrograman tetap dapat memahami logika dan alur proses yang sedang dijelaskan.
4. Bebas Format
Tidak ada aturan baku internasional yang mengikat dalam penulisan pseudocode. Kamu bisa menulisnya dengan gaya sendiri selama konsisten dari awal hingga akhir. Fleksibilitas ini membuat pseudocode mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing penulis.
5. Mirip Algoritma Langkah demi Langkah
Pseudocode bekerja seperti algoritma yang diurai menjadi tahapan-tahapan kecil dan jelas. Tujuannya adalah memecah masalah besar menjadi langkah-langkah sederhana yang mudah dieksekusi. Dengan pendekatan ini, alur penyelesaian masalah dapat terlihat lebih runtut sebelum diterjemahkan ke dalam kode program sebenarnya.
Fungsi Pseudocode
Pseudocode punya banyak manfaat, terutama bagi pemula atau saat membuat sistem besar. Berikut fungsi utamanya:
1. Membantu merencanakan logika program
Sebelum pusing mengutak-atik sintaks, pseudocode membantumu menyusun alur berpikir.
2. Menjadi jembatan komunikasi
Saat bekerja dalam tim, pseudocode bisa membantu agar semua anggota memahami algoritma yang sama tanpa harus mengerti bahasa pemrograman tertentu.
3. Mengurangi error
Dengan merancang logika terlebih dahulu, kamu bisa menghindari kesalahan logika sebelum menulis kode asli.
4. Mempermudah debugging
Saat ada bug, kamu bisa kembali ke pseudocode untuk melihat apakah alurnya sudah benar.
5. Menjadi dokumentasi
Pseudocode juga sering digunakan untuk mendokumentasikan alur kerja sebuah program agar mudah dipahami di kemudian hari.
Notasi Pseudocode (Versi List & Mudah Dipahami)
Walaupun tidak ada aturan baku, ada beberapa konvensi yang umum digunakan:
- INPUT
Digunakan saat program membutuhkan data dari pengguna.
- OUTPUT
Dipakai untuk menampilkan hasil dari proses yang sudah dilakukan.
- WHILE
Menunjukkan proses yang berulang selama suatu kondisi masih benar. Program akan mengulang langkah yang sama hingga kondisi berubah.
- IF a THEN b ELSE c
Notasi untuk percabangan. Artinya: kalau kondisi a benar, lakukan b. Kalau tidak, lakukan c.
- REPEAT x UNTIL y
Menandakan perulangan yang dilakukan sampai kondisi tertentu tercapai. Jadi langkah x akan terus diulang sampai y terjadi.
Ciri-ciri Pseudocode yang Baik
Agar pseudocode benar-benar membantu, ia harus memenuhi beberapa ciri berikut:
1. Singkat tapi Jelas
Pseudocode harus ditulis secara ringkas namun tetap mampu menggambarkan setiap langkah dengan tepat. Tidak perlu panjang atau detail seperti kode asli, yang penting alurnya mudah dipahami dan tidak menimbulkan kebingungan.
2. Ditulis Secara Berurutan
Urutan langkah adalah kunci dalam pseudocode. Setiap proses harus ditulis dari awal hingga akhir mengikuti alur logis, seperti cerita yang runtut. Hal ini membantu siapa pun memahami flow program dengan mudah.
3. Konsisten dalam Penggunaan Istilah
Sangat penting untuk menggunakan istilah yang sama dari awal hingga akhir. Jika di awal kamu memakai kata “PRINT” untuk menampilkan output, maka gunakan terus kata itu, jangan diganti menjadi “DISPLAY” atau “SHOW”, agar pembaca tidak bingung.
4. Tidak Bergantung pada Bahasa Pemrograman Tertentu
Pseudocode tidak boleh menggunakan sintaks khusus seperti System.out.println() atau cout <<. Gunakan gaya penulisan umum yang mudah dipahami oleh siapa pun, terlepas dari bahasa pemrograman yang mereka gunakan.
5. Menggunakan Struktur Dasar Algoritma
Pseudocode harus mengikuti struktur dasar algoritma seperti urutan, percabangan, dan perulangan. Struktur ini membuat alurnya lebih jelas, sistematis, dan mudah diterjemahkan ke kode pemrograman sebenarnya.
Tips Menulis Pseudocode yang Baik
Agar pseudocode yang kamu buat benar-benar membantu (dan bukan malah bikin pusing), gunakan tips berikut:
1. Gunakan Bahasa yang Paling Mudah Kamu Pahami
Pseudocode tidak mewajibkan bahasa tertentu, jadi gunakan saja bahasa yang paling membuatmu nyaman. Kalau kamu lebih mudah memahami bahasa Indonesia, maka tulis saja seluruh pseudocode dalam bahasa Indonesia.
Yang penting, alur logikanya tetap jelas dan mudah dibaca. Dengan menggunakan bahasa sendiri, kamu bisa lebih fokus pada alur berpikir daripada memikirkan istilah rumit.
2. Tulis Langkah-Langkah Secara Berurutan
Urutan adalah hal yang sangat penting dalam algoritma. Pseudocode harus mengikuti alur logis dari awal hingga akhir. Kalau urutan salah, bukannya membantu, pseudocode justru membuat alur berpikir menjadi kacau.
3. Hindari Kalimat yang Terlalu Panjang
Pseudocode dibuat agar mudah dipahami dalam sekali baca, jadi hindari penjelasan yang terlalu panjang atau bertele-tele. Tulis langkah-langkah yang singkat namun tetap jelas. Alih-alih menuliskan satu kalimat panjang yang mencakup banyak proses, lebih baik bagi menjadi beberapa langkah terpisah agar lebih mudah diikuti.
4. Konsisten dengan Kata Kunci
Konsistensi sangat penting saat menulis pseudocode. Jika dari awal kamu memutuskan untuk menggunakan kata kunci seperti PRINT untuk menampilkan output, gunakan terus kata tersebut hingga akhir.
Jangan tiba-tiba menggantinya dengan kata lain seperti DISPLAY atau SHOW, karena bisa membingungkan orang yang membaca pseudocode-mu dan membuatnya tampak tidak rapi.
5. Gunakan Indentasi untuk Membedakan Blok
Indentasi atau spasi ke dalam digunakan untuk menunjukkan struktur blok seperti percabangan, perulangan, atau blok proses tertentu. Tujuannya adalah membuat pseudocode lebih mudah dibaca dan dipahami. Dengan indentasi, pembaca dapat melihat blok mana yang termasuk kondisi tertentu.
Misalnya:
IF nilai >= 80 THEN
PRINT "A"
ELSE
PRINT "B"
END IF
Tanpa indentasi, pembaca akan kesulitan melihat bagian mana yang dieksekusi dalam kondisi tertentu.
6. Gunakan Nama Variabel yang Jelas
Nama variabel sebaiknya mencerminkan fungsi atau isi data tersebut. Jangan menggunakan variabel generik seperti x, y, atau z, karena tidak memberikan makna apa pun.
Sebagai gantinya, gunakan nama seperti totalBelanja, hargaBarang, atau jumlahItem, agar pembaca langsung memahami tujuan variabel tersebut. Ini membuat pemahaman alur logika menjadi jauh lebih mudah.
7. Review dan Pastikan Logika Benar
Pseudocode harus selalu ditinjau ulang sebelum digunakan. Cek apakah alurnya sudah benar, apakah langkah-langkahnya sudah urut, dan apakah logikanya masuk akal. Ingat, pseudocode tidak bergantung pada sintaks bahasa pemrograman, jadi yang harus kamu pastikan adalah logikanya, bukan tanda baca.
Dengan melakukan review, kamu bisa menemukan kekeliruan sejak awal sebelum benar-benar menuliskannya dalam bentuk kode yang sesungguhnya.
Tertarik Membuat Website?
Kalau sudah paham apa itu pseudocode, notasinya, hingga tips menulisnya, kamu pasti sadar bahwa fondasi logika itu penting banget sebelum masuk ke tahap coding atau pembuatan sistem.
Tapi kalau semua teori ini masih terasa ribet, apalagi kalau kamu lagi butuh bikin website yang rapi, cepat, dan profesional, mending jangan pusing sendiri. Serahkan saja ke Jasa Pembuatan Website Whello.
Tim profesional Whello sudah ahli membuat berbagai jenis website sesuai kebutuhan seperti pembuatan company profile, e-commerce, landing page, sampai sistem custom.
Kami juga sudah berpengalaman bertahun-tahun menangani klien dari berbagai industri, jadi kamu tinggal duduk santai sambil lihat hasilnya. Yang paling asik, kamu juga bisa konsultasi dulu secara gratis, jadi nggak ada alasan buat ragu. Yuk, hubungi Whello!

Frequently Asked Questions
Tidak wajib, tapi sangat disarankan, terutama untuk pemula atau proyek besar. Pseudocode membuat logika lebih rapi sebelum menulis kode asli.
Suka Artikel Ini?
Cari Artikel
Layanan Whello
- Jasa Pembuatan Website
- Jasa SEO
- Google Ads
- Facebook Ads
- Instagram Ads
- Copywriting
- Jasa Pembuatan Aplikasi
Subscribe Newsletter Whello Gratis
Dapatkan promo eksklusif dan konten menarik langsung di emailmu.

Over Grafis Nuresa
Webdeveloper
Hai aku Grafis Nuresa, web developer di Whello yang suka banget ngulik dunia coding dan bikin website jadi lebih hidup dan interaktif.
