AI Search Optimization: Cara Brand Tampil di Jawaban AI
durasi baca : 3 menit
Dunia searching sedang berubah cepat. Bahkan lebih cepat dari perubahan algoritma Google yang biasanya bikin marketer pusing tujuh keliling. Perubahan besar ini tidak datang dari update seperti Panda, Penguin, atau Core Update, tetapi dari satu hal: AI chat-based search.
Sekarang, semakin banyak pengguna yang tidak lagi Googling seperti dulu. Banyakan orang langsung bertanya ke ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, dan lainnya.
Karena itu, tiap pemilik website wajib memahami tentang AI Search Optimization (AIO). Ingin tahu lebih lanjut? Yuk baca terus!
- A. Gunakan Struktur Tulisan yang Terorganisir dan Mudah Dibaca AI
- B. Sertakan Data, Fakta, dan Referensi yang Kredibel
- C. Perjelas Identitas dan Fungsi Brand dalam Konten
- D. Tambahkan Segmen FAQ dalam Artikel
- E. Tulis Konten dengan Perspektif Unik
- F. Perkuat Topical Authority Website
- G. Gunakan Schema Markup
- H. Optimalkan Strategi PPC-mu untuk Era AI Search
Apa Itu AI Search Optimization (AIO)?
AI Search Optimization atau AIO adalah proses mengoptimalkan konten agar lebih mudah dipahami, di-mention AI, atau direkomendasikan oleh sistem AI. Jika SEO bertujuan mengoptimalkan konten agar ranking di Google meningkat, AIO bertujuan memastikan kontenmu dijadikan referensi oleh AI saat menyusun jawaban.
Menurut data Semrush, LLM seperti ChatGPT sering mengutip halaman yang ranking-nya di posisi 21 ke atas di hasil pencarian Google. Dengan kata lain: Ranking bagus belum tentu membuatmu muncul di jawaban AI.
Model seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity tidak mengambil jawaban berdasarkan ranking tertinggi, tetapi berdasarkan kualitas informasi, kejelasan struktur, dan bagaimana sebuah halaman menjawab pertanyaan dengan format yang bisa diproses AI.
Website yang posisinya di Google berada di peringkat 20–30 bisa saja menjadi sumber jawaban AI jika mereka memiliki struktur tulisan yang lebih baik, lebih informatif, atau lebih mudah dipahami mesin. Inilah yang membuat AIO menjadi keahlian baru yang wajib dikuasai perusahaan atau content creator.
Kenapa AIO Penting di Era Pencarian Berbasis AI?
AIO menjadi penting karena kompetisi digital sedang berubah secara besar. Cara orang mencari informasi tidak lagi sama, dan brand harus beradaptasi agar tetap relevan. Berikut alasan-alasan utama mengapa AIO tidak boleh diabaikan.
1. Ranking Tinggi di Google Tidak Lagi Menjamin
Dulu, mendapatkan posisi pertama di Google adalah tujuan akhir banyak brand. Namun kini, ranking bukan lagi faktor penentu apakah kontenmu akan dijadikan referensi oleh AI.
2. Pengguna Mendapatkan Jawaban Tanpa Perlu Klik Link
AI conversation model telah mengubah perilaku pencarian. Pengguna tidak lagi perlu membuka banyak website karena jawaban lengkap, ringkas, dan relevan bisa diberikan dalam satu prompt.
Dengan hadirnya zero-click answers, peluang brand mendapatkan traffic organik dari informational keyword menurun drastis. Satu-satunya cara agar tetap terlihat adalah memastikan brand kamu disebut secara langsung dalam jawaban AI, bukan hanya tampil dalam daftar hasil pencarian.
3. Brand Awareness Kini Bergeser ke AI Recommendation
Di era serba AI, posisi teratas bukan lagi ada di SERP, tetapi di dalam jawaban AI itu sendiri.
Jika AI menyebut brand kamu sebagai rekomendasi atau sumber rujukan, itu setara dengan promosi organik yang sangat kuat. Pengguna langsung melihat brand kamu sebagai solusi atau pilihan terbaik.
Sebaliknya, jika tidak pernah muncul dalam jawaban AI, brand kamu kehilangan kesempatan besar untuk dilihat dan diingat oleh audiens.
Inilah yang membuat AIO menjadi komponen penting dalam membangun brand awareness modern.
4. AI Menggunakan Parameter Penilaian Berbeda dari Google
Google menilai ranking berdasarkan faktor teknis seperti:
- jumlah backlink
- CTR
- kecepatan website
- optimasi keyword
Namun AI bekerja dengan cara berbeda. AI lebih fokus pada:
- struktur tulisan yang jelas
- kelengkapan informasi
- format penjelasan yang mudah diproses model bahasa
- konsistensi dan relevansi data
Jika konten dibuat hanya untuk mengejar keyword atau terlalu general, AI akan kesulitan memahami konteksnya. Maka peluang untuk dikutip pun semakin kecil.
5. Brand yang Terlambat Beradaptasi Akan Tertinggal
Sama seperti era awal SEO, brand yang mengabaikan perubahan ini akan tertinggal. Pada tahun 2010-an, bisnis yang tidak melakukan SEO akhirnya tenggelam di halaman belakang Google. Sekarang skenarionya terulang kembali. Bedanya, yang menentukan exposure adalah AI, bukan mesin pencari tradisional.
Brand yang tidak menerapkan AIO akan kehilangan kesempatan untuk tampil di percakapan digital berbasis AI. Maka, AIO bukan lagi pilihan tambahan, tetapi kebutuhan utama untuk bertahan dan berkembang di era pencarian generatif.
Strategi AIO: Cara Agar Kontenmu Dipilih AI Sebagai Referensi
Untuk memastikan kontenmu muncul dalam jawaban AI, perlu ada strategi khusus dalam penulisan dan penyusunan struktur konten. Berikut pendekatan utama yang wajib diterapkan:
A. Gunakan Struktur Tulisan yang Terorganisir dan Mudah Dibaca AI
AI lebih mudah memahami konten yang memiliki heading jelas, pembahasan per sub-topik, paragraf yang fokus, serta kalimat yang tidak terlalu berputar-putar. Menulis seperti ini bukan hanya memudahkan manusia, tetapi juga mesin.
Misalnya, ketika menjelaskan sebuah konsep, selalu gunakan subheading seperti “Apa Itu…”, “Kenapa Penting…”, “Bagaimana Cara…”, sehingga AI mudah mengekstrak poinnya.
B. Sertakan Data, Fakta, dan Referensi yang Kredibel
AI sangat menyukai konten yang memiliki data konkret. Menambahkan angka, riset, dan sumber membuat konten kamu terlihat lebih meyakinkan dan lebih mungkin dikutip oleh AI.
Contoh, menambahkan kalimat seperti “Menurut survei XYZ tahun 2021, 68% pengguna memilih…” membuat konten tampak lebih terpercaya dibandingkan penjelasan biasa.
C. Perjelas Identitas dan Fungsi Brand dalam Konten
AI bekerja dengan pengenalan entitas. Maka pastikan brand kamu dijelaskan secara detail, konsisten, dan jelas.
Misalnya: “Whello adalah digital agency yang menyediakan layanan SEO, content strategy, dan pembuatan website profesional.” Ini memberi AI sinyal yang lebih kuat saat harus merekomendasikan layanan relevan.
D. Tambahkan Segmen FAQ dalam Artikel
Karena AI menyusun jawaban berdasarkan bentuk tanya–jawab, artikel yang memiliki FAQ akan jauh lebih mudah dikutip. FAQ mencerminkan pola percakapan, sehingga AI lebih mudah menarik informasi dari bagian tersebut.
E. Tulis Konten dengan Perspektif Unik
AI cenderung menghindari duplikasi konten. Jika artikel kamu sama dengan ratusan artikel lain, peluang muncul di jawaban AI sangat kecil. Berikan sudut pandang unik, insight pribadi, studi kasus, atau contoh spesifik agar konten kamu lebih menonjol.
F. Perkuat Topical Authority Website
Website yang fokus pada topik tertentu lebih dipercaya AI yang mana biasa disebut dengan istilah topical authority website. Semakin dalam pembahasan pada niche tertentu, semakin mudah model AI memilih konten kamu.
Jika website fokus pada digital marketing, usahakan setiap sub-topik dibahas lengkap daripada mencampur tema seperti finansial, travel, dan parenting bersamaan.
G. Gunakan Schema Markup
Penggunaan schema markup seperti FAQ schema, How-To schema, atau article schema membantu AI memahami struktur konten secara lebih akurat. Ini memperbesar peluang AI mengambil informasi dari konten kamu ketika menyusun jawaban.
H. Optimalkan Strategi PPC-mu untuk Era AI Search
AI Search sekarang bukan cuma mengubah cara orang mencari informasi, tapi juga cara iklan muncul, dipilih, dan berinteraksi dengan pengguna. Sistemnya makin pintar, jadi cara mainnya pun ikut berubah.
Saat ini, Google Ads sudah mulai nongol di AI Overviews dan juga sedang diuji coba di AI Mode di Amerika Serikat. Artinya, ke depannya iklan kita bakal makin sering tampil di area yang digerakkan oleh teknologi AI dan model bahasa besar (LLM).
Supaya iklanmu bisa muncul di AI Mode, AI Overviews, atau peletakan iklan berbasis LLM lainnya, kampanyemu harus ramah machine learning.
Ini berarti kamu perlu mulai menata ulang struktur akun, memilih format iklan yang lebih fleksibel, dan memberi lebih banyak sinyal data agar Google (dan AI lainnya) bisa lebih mudah memahami konteks serta mencocokkan iklan PPC kamu dengan query yang tepat.
Butuh Bantuan untuk AI Search Optimization?
Kalau kamu masih bingung harus mulai dari mana atau takut salah langkah, serahkan saja ke jasa SEO Whello. Tim profesional Whello sudah bertahun-tahun menangani berbagai klien dari beragam industri, jadi kamu bisa lebih tenang tanpa khawatir error teknis atau strategi yang salah arah.
Website-mu pun bisa dibangun lebih SEO-friendly sejak awal. Ditambah lagi, Whello juga menyediakan konsultasi gratis, jadi kamu bisa tanya apapun sebelum mulai. Yuk, optimalkan website kamu di era AI dengan cara yang lebih aman, simpel, dan efektif!

Frequently Asked Questions
Tidak. SEO tetap penting untuk pencarian dengan tujuan transaksional atau komersial. AIO hanya melengkapi SEO untuk menang pada jawaban AI.
Suka Artikel Ini?
Cari Artikel
Layanan Whello
- Jasa Pembuatan Website
- Jasa SEO
- Google Ads
- Facebook Ads
- Instagram Ads
- Copywriting
- Jasa Pembuatan Aplikasi
Subscribe Newsletter Whello Gratis
Dapatkan promo eksklusif dan konten menarik langsung di emailmu.

Over Sylvia Paramitha
Copywriter
Hai! Kenalin aku Sylvia Paramitha, copywriter alias orang dibalik kata-kata kreatif di Whello Indonesia. Yuk kenalan!
